banner 728x250
Berita  

Dinkes Kaur Gencarkan Tracing TBC Di 16 Kecamatan

banner 120x600
banner 468x60

KAUR, Garislintas.Com – Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, telah melaksanakan pelacakan kasus tuberkulosis (TBC) yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di 16 puskesmas. Langkah ini dilakukan untuk menemukan penderita TBC sedini mungkin sekaligus menekan risiko penularan di tengah masyarakat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Kaur, Sapuan Ilyas, SKM, MAP, mengatakan tracing TBC merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk menemukan warga yang terindikasi menderita penyakit tersebut. “Tracing TBC ini kita lakukan untuk melacak dan menemukan penderita TBC di Kabupaten Kaur, sehingga bisa segera diperiksa dan mendapatkan penanganan yang tepat,” ujarnya.

banner 325x300

Menurut Sapuan, integrasi tracing TBC dengan program CKG menjadi bagian dari upaya mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya target eliminasi TBC pada 2030. “Kegiatan ini merupakan salah satu langkah untuk mendukung target eliminasi TBC tahun 2030, dengan meningkatkan penemuan kasus dan mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan,” katanya.

Dinkes Kaur juga mengimbau masyarakat yang mengalami batuk berdahak berkepanjangan agar segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat. “Jika mengalami batuk berdahak selama dua minggu atau lebih, apalagi disertai penurunan nafsu makan, berat badan turun, atau keringat malam, jangan dibiarkan dan segera periksa ke puskesmas,” imbau Sapuan.

Ia menjelaskan, masyarakat yang datang ke puskesmas akan menjalani pemeriksaan sesuai gejala dan indikasi medis, termasuk pemeriksaan dahak apabila diperlukan. “Masyarakat tidak perlu takut untuk memeriksakan diri, karena pemeriksaan dan pengobatan TBC melalui program pemerintah diberikan secara gratis sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan data Dinkes Kabupaten Kaur hingga September 2026, tercatat sebanyak 120 kasus TBC di wilayah tersebut. Jumlah ini menjadi perhatian bersama agar upaya pelacakan, pemeriksaan, dan pengobatan dapat terus ditingkatkan.

Sapuan berharap masyarakat berperan aktif mendukung upaya pemerintah dalam menekan penyebaran TBC melalui deteksi dini dan kepatuhan menjalani pengobatan. “Kami mengajak masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan di 16 puskesmas yang ada di Kabupaten Kaur, sehingga kasus TBC bisa ditemukan lebih cepat dan target eliminasi TBC tahun 2030 dapat kita dukung bersama,” tutupnya.

( SH)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *