banner 728x250
Berita  

Stunting Di Kaur Tersisa 40 Anak Turun Dari Tahun Sebelumnya

banner 120x600
banner 468x60

KAUR, Garislintas.Com – Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, mencatat sebanyak 40 anak mengalami stunting hingga September 2026. Jumlah tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat lebih dari 69 anak.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur, Yosep Pratama, menjelaskan bahwa angka stunting di Kabupaten Kaur saat ini masih tergolong rendah dibandingkan kabupaten lainnya di Provinsi Bengkulu.

banner 325x300

Menurutnya, penurunan tersebut tidak terlepas dari upaya bersama berbagai pihak dalam mencegah dan menangani stunting, mulai dari edukasi kesehatan hingga pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri.

Berdasarkan data September 2026, kasus stunting tersebar di sejumlah wilayah kerja puskesmas. Rinciannya, Puskesmas Nasal sebanyak 6 anak, Bintuhan 7 anak, Muara Tetap 1 anak, Muara Sahung 2 anak, Gedung Wani 2 anak, Mentiring 4 anak, Tanjung Kemuning 6 anak, Beringin Tinggi 1 anak, Kelam Tengah 1 anak, dan Padang Guci Hilir 9 anak.

“Dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari 69 anak, jumlah stunting tahun ini mengalami penurunan. Ini merupakan hasil dari upaya bersama dalam melakukan pencegahan dan penanganan stunting di Kabupaten Kaur,” jelas Yosep.

Ia menambahkan, penanganan stunting melibatkan tim kerja tingkat kabupaten yang diketuai Wakil Bupati Kaur, dengan Dinas Keluarga Berencana (KB) sebagai sektor utama. Program tersebut juga didukung sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk Dinas Kesehatan.

Berbagai langkah pencegahan terus dilakukan, di antaranya melalui promosi kesehatan kepada masyarakat serta pemberian tablet tambah darah kepada remaja putri, mulai dari tingkat sekolah menengah pertama (SMP) hingga menjelang pernikahan melalui puskesmas.

Upaya tersebut diharapkan dapat terus menekan angka stunting di Kabupaten Kaur. Meski jumlah kasus mengalami penurunan, edukasi gizi, pemantauan tumbuh kembang anak, serta keterlibatan keluarga dan lintas sektor tetap diperlukan agar penanganan stunting berjalan berkelanjutan.

( SH)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *