banner 728x250
Berita  

Kasus Kegiatan Hewan Berisiko Rabies Di Kaur Jadi Perhatian

banner 120x600
banner 468x60

KAUR, Garislintas.Com – Kasus gigitan hewan yang berisiko menularkan rabies di Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, masih menjadi perhatian, terutama di wilayah Padang Guci, Kecamatan Kelam Tengah. Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur meminta puskesmas mengoptimalkan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan dan penanganan gigitan hewan berisiko rabies.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur, Sapuan Ilyas, SKM, MAP, mengatakan edukasi perlu ditingkatkan agar masyarakat memahami risiko penularan rabies secara tepat. Menurutnya, masih terdapat anggapan di tengah masyarakat bahwa setiap gigitan anjing pasti mengandung virus rabies.

banner 325x300

“Tidak semua gigitan anjing berarti hewan tersebut terinfeksi rabies. Karena itu, masyarakat perlu mendapatkan pemahaman yang benar mengenai risiko penularan dan langkah penanganannya,” ujar Sapuan.

Ia menekankan, penanganan gigitan hewan tidak boleh hanya didasarkan pada kekhawatiran, tetapi harus mengikuti prosedur medis dan penilaian tenaga kesehatan. Masyarakat juga diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gigitan hewan, agar luka dapat ditangani dan kebutuhan vaksin antirabies dapat ditentukan secara tepat.

Sapuan juga menyebutkan bahwa ketersediaan Vaksin Antirabies (VAR) di Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur saat ini tergolong mencukupi. Ketersediaan tersebut diharapkan dapat mendukung penanganan masyarakat yang membutuhkan tindakan medis akibat gigitan hewan berisiko rabies.

Meski demikian, ia mengimbau masyarakat tidak mengambil keputusan sendiri terkait perlu atau tidaknya pemberian vaksin antirabies. Penentuan tindakan medis harus dilakukan oleh tenaga kesehatan berdasarkan penilaian risiko, kondisi luka, serta riwayat dan kondisi hewan yang menggigit.

Terkait pengamatan terhadap hewan yang menggigit, Sapuan mengingatkan bahwa pemantauan tidak boleh dijadikan alasan untuk menunda pemeriksaan dan penanganan medis. Masyarakat perlu segera melaporkan kejadian gigitan kepada petugas kesehatan agar mendapatkan pertolongan sesuai prosedur pencegahan rabies.

Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur berharap edukasi yang dilakukan puskesmas dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya di wilayah Padang Guci dan Kecamatan Kelam Tengah. Dengan pemahaman yang tepat serta penanganan medis sejak dini, risiko penularan rabies diharapkan dapat ditekan. ( SH)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *