Kaur,Garislintas.com – Panitia Jambore Daerah (Jamda) ke VII Provinsi Bengkulu Tahun 2025 memasak dan menyajikan sebanyak 750 batang lemang kepada para peserta. Proses memasak lemang tersebut dilaksanakan selama tiga hari, dengan jumlah 250 batang lemang setiap harinya.
Wakil Ketua VII Bidang Pengabdian Masyarakat Jamda VII, Mardianto, S.AP, mengatakan bahwa kegiatan memasak lemang ini tidak hanya sekadar penyajian makanan, namun juga menjadi sarana edukasi bagi peserta jambore.
“Proses atau tutorial memasak lemang akan kami sampaikan langsung kepada ratusan penggalang yang mengikuti Jamda, dengan harapan mereka memahami bagaimana cara memasak lemang yang benar,” ujar Mardianto.
Ia menambahkan, lemang merupakan salah satu kearifan lokal Kabupaten Kaur yang ditampilkan dalam Jamda ke VII Provinsi Bengkulu. Selain lemang, panitia juga menghadirkan masakan khas Kabupaten Kaur lainnya, yakni olahan makanan berbahan dasar gurita.
Sementara itu, Azmawarni dari Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Provinsi Bengkulu mengapresiasi penuh kegiatan memasak lemang yang ditampilkan dalam Jamda tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini memberikan pemahaman kepada peserta mengenai proses panjang dan tingkat kehati-hatian yang tinggi dalam memasak lemang, termasuk pengaturan api yang tepat.
“Sekarang kami memahami mengapa harga lemang relatif mahal. Proses memasaknya memang lama dan membutuhkan ketelitian,” ungkap Azmawarni.
Ia berharap, kearifan lokal seperti memasak lemang ini dapat terus dilestarikan agar generasi muda mengenal, memahami, dan mencintai budaya daerahnya sendiri.
(DS)


















