Garis-Lintas. Bengkulu, 23 Mei 2025 — Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono, S.I.K., M.Si., meninjau langsung lokasi terdampak gempa bumi berkekuatan 6,3 Skala Richter yang mengguncang wilayah Bengkulu pada Jumat (23/5) dini hari. Gempa yang terjadi pukul 02.52 WIB ini menyebabkan kerusakan bangunan dan korban luka di beberapa wilayah Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Tengah.
Salah satu korban luka adalah Rian Saputra, warga Kelurahan Sukamerindu, yang mengalami patah tulang di lengan kiri akibat tertimpa reruntuhan rumah. “Kami sudah pastikan korban mendapat perawatan intensif di RS Bhayangkara. Ini jadi prioritas,” ujar Kapolda saat diwawancarai di lokasi.
Polresta Bengkulu dan Polres Bengkulu Tengah langsung bergerak cepat berkoordinasi dengan BPBD, pemerintah daerah, dan instansi terkait lainnya. Posko darurat, dapur umum, serta jalur distribusi logistik telah didirikan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.
“Langkah tanggap darurat telah kami lakukan sejak dini. Kami ingin memastikan tidak ada warga yang terabaikan, baik dari sisi medis maupun logistik,” kata Kapolda Mardiyono. Ia juga mengapresiasi peran aktif masyarakat yang turut membantu proses evakuasi dan pendataan.
Pemerintah Provinsi Bengkulu juga akan membangun kembali rumah warga yang rusak berat dan merehabilitasi bangunan rusak sedang dan ringan. Sementara itu, aparat Brimob dan Samapta disiagakan untuk menjaga ketertiban di sekitar area bencana. “Kami ingin masyarakat merasa aman dan tenang meski tengah dilanda musibah,” tambah Kapolda.
Biro SDM dan Biddokkes Polda Bengkulu juga menggelar layanan trauma healing bagi warga, terutama anak-anak, yang terdampak secara psikologis. “Trauma akibat gempa bisa berlangsung lama. Pendampingan psikologis sangat penting,” ujar Kabid Dokkes Polda Bengkulu, Kombes Pol dr. Arif Widodo.
Berdasarkan data sementara, total 158 unit bangunan mengalami kerusakan, terdiri dari 154 rumah warga dan 4 fasilitas umum. Di antaranya 21 unit rusak berat, 1 unit rusak sedang, dan 133 unit rusak ringan, termasuk gedung sekolah seperti SMKN 2 dan SDN 2 Bengkulu Tengah. Kapolda mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan mematuhi arahan petugas di lapangan.
(Red)

